WOW..!!! Robot Furniture For Future Yang Bisa Bergerak Berubah Sendiri

Sebuah tim peneliti Swiss telah menciptakan robot furniture for future atau masa depan yang dapat merakit diri ke dalam meja dan kursi akan tetapi juga bisa digunakan untuk membantu orang tua dan orang cacat atau difabel.

Kemajuan teknologi dewasa ini memang tidak terbendung lagi semakin hari semakin banyak karya atau ide cerdas dalam pengembangan teknologi yang pada hakikatnya di ciptakan untuk membantu perdaban manusia dari zaman ke zaman serta dapat memajukan berbagai sektor industri yang lebih ramah lingkungan.

Banyak orang atau profesor dari belahan dunia manapun atau  sekumpulan peneliti ataupun para periset dari berbagai bidang mereka mencoba menciptakan sesuatu yang baru yang tujuannya dapat merubah kehidupan ke arah yang lebih baik, dan teknologi robot furniture for future adalah salah satunya.

robot furniture for future
Roombots” bisa mengubah cara kita membangun furniture. (Laboratorium Biorobotics, EPFL)

Proyek yang disebut Roombots ini adalah sistem robot modular yang bisa merakit (dan memasang kembali) dirinya menjadi berbagai  furnitur . Sebuah sofa ukuran penuh atau bangku, misalnya, bisa pecah menjadi enam kursi makan, Meja kopi berjongkok bisa membangun dirinya sendiri menjadi meja makan yang tepat guna.

Modul terdiri dari dua bola yang mengartikulasikan, berisi tiga motor, baterai dan radio nirkabel. Bola memiliki set konektor seperti cakar di bagian luar modul, yang memungkinkan mereka saling meraih satu sama lain atau terhubung dengan bagian pasif.

Demonstrasi Roombots terbaru menampilkan fungsionalitas tingkat dasar. Satu set dari empat modul dapat memindahkan sebuah meja kecil ke sebuah ruangan , sementara satu set tiga dapat mengkonfigurasi ulang batu dari tripod ke seekor ular . Konektor, bagaimanapun, dibatasi oleh jumlah berat yang dapat mereka tangani tanpa membungkuk .

Untuk lebih memahami cara kerja roomboots silahakn putar video dibawah ini:

motor di dalam modul Roombots yang aktif memungkinkan mereka berguling-guling di lantai secara terpisah atau dalam kelompok. Serangkaian modul, misalnya, dapat menyebabkan putaran yang membantu mereka bergulir, sebagai unit, di lantai seperti log.

Tujuan sistem ini digunakan terutama sebagai cara untuk membantu orang tua atau orang cacat yang tidak memungkinkan menggeser bahkan meemindahkan sebuah furniture dalam beberapa posisi tempat. Meja Roombots, misalnya, bisa memindahkan segelas air seseorang ke tempat duduknya; kursi makan bisa keluar dengan sendirinya dan mendorong dirinya masuk kembali. Roombots mungkin juga mengkonfigurasi diri mereka untuk membantu orang-orang dengan mobilitas terbatas duduk, berdiri atau berbaring.

Akan tetapi para peneliti harus banyak memikirkan kekuranga robot ini diantaranya. yaitu, mereka harus memperbaiki algoritma yang mengatur bagaimana pergerakan Roombots (pada saat ini, gerakan mereka agak terbatas). Tim juga mengeksplorasi bentuk penggerak lain yang memungkinkan modul memanjat dan saling berdekatan, memungkinkan transisi lebih cepat antara konfigurasi. Sementara motor saat ini mampu melakukan tugas semacam itu, tim harus memperbaiki logika bot untuk memungkinkan mereka memutuskan bagaimana menata ulang dengan sendirinya.

Ada juga soal kontrol. Periset  saat ini memanipulasi Roombots melalui koneksi Bluetooth. Mereka juga telah mengolok-olok sistem yang memungkinkan periset mengendalikan struktur dengan isyarat menggunakan Microsoft Kinect. Idealnya, sistem akan berpasangan secara nirkabel dengan aplikasi tablet, namun perangkat lunak tersebut masih dalam pengembangan gan..:)

Terlepas dari semua tantangan di depan, Roombots telah menangkap imajinasi banyak penggemar robotika di seluruh web ( perbandingan Terminator tampaknya tidak dapat dihindari ). Tim akan terus memperbaiki sistem ini dalam beberapa bulan dan tahun mendatang – dan memerlukan waktu hingga 20 tahun sebelum sistem ini cukup disempurnakan untuk digunakan konsumen – namun pada akhirnya, para peneliti berharap Roombots akan menjadi batu bata LEGO dari furnitur cerdas.

Untuk saat ini, konsep ini menawarkan gambaran sekilas tentang apa yang bisa dilihatnya bagi siapa saja – dari seniman hingga perancang – untuk mengembangkan furnitur hiperaktif mereka sendiri tentunya konsep itupun akan diteliti lebih lanjut agar bisa di gunakan pada kursi kantor dan meja kantor yang lebih modern dan fungsional dengan aktifitas pengguna furniture kantor yang saat tinggi maka ini akan sangat berguna sekali untuk kedepannya.

 

Sumber: www.smithsonianmag.com

You might also like

0 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *